Selasa, Desember 22, 2009

modal Sumber Daya Manusia (SDM)

Arus investasi yang masuk dari beberapa negara kawasan Asia Timur tidak hanya sekedar membawa masuk modal dan teknologi, tetapi sekaligus para investor memboyong tenaga kerja lintas kawasan atau memanfaatkan tenaga kerja lokal yang dipandang murah dan berkualitas.
Diketahui, hingga kini keunggulan komperatif (comparative advantage) kita masih mengandalkan kekuatan konvensional dengan tenaga kerja yang murah, karena membludaknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kita, namun tingkat kompetisi TKI yang sangat lemah.
Indonesia sebagai salah satu negara yang turut ambil bagian dalam skenario liberalisasi perdagangan telah memanfaatkan banyak peluang, yaitu tidak saja memperluas ekspor berbagai jenis barang, tetapi juga ekspor berbagai jenis jasa, termasuk jasa pengiriman TKI. Melimpahnya angkatan kerja Indonesia merupakan keunggulan yang dapat diberdayakan untuk meraih manfaat pada era liberalisasi.
Memang disadari bahwa fenomena pengiriman TKI dengan tingkat keterampilan yang kurang memadai tidak lepas dari struktur angkatan kerja yang relatif didominasi oleh kelompok yang memiliki tingkat pendidikan menengah ke bawah. Sementara, angkatan kerja yang berpendidikan diploma dan kejuruan/politeknik ke atas relatif kecil.
Dalam era industrialisasi dan perdangan bebas, faktor kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) suatu negara merupakan faktor kunci untuk dapat merebut dan memenangkan persaingan di pasar global. Apalagi dengan semakin terbukanya pasar tenaga kerja dunia, mau tidak mau Indonesia harus dapat memperbaiki kualitas SDM, terutama yang dipersiapkan untuk merebut pasar tenaga kerja di luar negeri.
Seiring dengan meningkatnya pengiriman TKI ke luar negeri, secara bersamaan upaya mendatangkan tenaga kerja asing (TKA) juga meningkat. TKA yang masuk ke Indonesia secara umum memiliki tingkat pendidikan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dalam negeri. Namun, biaya yang dikeluarkan untuk TKA jauh lebih besar dibandingkan dengan penerimaan devisa dari jasa TKI ke luar negeri.
Dalam sistem ekonomi yang demikian bebas, dimana persaingan sangat kompetitif, SDM TKI sulit diharapkan untuk keluar sebagai pemenang dalam persaingan global, kecuali memiliki daya kreasi, inovasi, tingkat produktivitas tinggi, dan kemampuan membaca peluang yang baik. Ciri dari tenaga kerja yang memiliki keunggulan adalah mereka yang berpendidikan dan berketerampilan tinggi serta menguasai teknologi. Karakter TKI yang demikian diharapkan mampu bersaing dalam pasar tenaga kerja di luar negeri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar