Selasa, Desember 22, 2009

pasar bebas

Pasar bebas adalah pasar ideal, di mana seluruh keputusan ekonomi dan aksi oleh individu yang berhubungan dengan uang, barang, dan jasa adalah sukarela.

Tahun 2020 batas realisasi perdagangan bebas

Pertemuan para pemimpin ekonomi kerja sama ekonomi asia pasifik (Asia Pasific Economic Leader Meeting-AELM) sepakat untuk menetapkan tahun 2020 sebagai batas waktu pencapaian perdangan serta investasi yang bebas dan terbuka di kawasan Asia Pasifik.

Kesepakatan yang tertuang dalam deklarasi Tekad Besar Bersama para pemimpin ekonomi APEC di Istana Bogor, tanggal 15 November 1994 itu diungkapkan oleh ketua AELM, AELM dihadiri pemimpin ekonomi dari 18negara, terdiri dari Presiden RI Soeharto, Presiden RRC Jiang Zemin, Presiden Korsel Kom Young-Sam, Presiden Philipina Fidel Ramos, PM Thailand Chuan Lepai, PM Malaysia Mahathir Muhammad, PM Singapura Goh Chok Tong, Sultan Brunei Hasanal Bolkiah, PM Papua Nugini Sir Julius Chan, PM Australia Paul Keating, PM Selandia Baru Jim Bolger, Presiden Meksiko Carlos Salinas de Gortari, dan lainnya.

Usul untuk menetapkan tahun 2020 sebagai batas akhir itu dating dari usulan kelompok tokoh terkemuka APEC. Sebelum AELM, sebagian besar anggota APEC menerima baik usulan tersebut, kecuali Cina dan Malaysia. Cina bersikap hati-hati, sedangkan Malaysia berkeras menolaknya karena menganggap APEC tidak mempunyai mandate untuk itu.

APEC telah menentukan arah dan rancangan masa depan dari kerja sama ekonomi di Asia Pasifik dan semua itu dimaksudkan untuk memperbaiki prospek pertumbuhan ekonomi yang cepat, seimbang dan merata baik itu di Asia Pasifik maupun di dunia. Untuk menunjang perdagangan dan investasi, telah digarisbawahi peningkatan kerja sama dalam bidang sumber daya manusia, peningkatan infrastruktur ekonomi, iptek, lingkungan hidup, memajukan usaha menengah dan kecil serta mengikutsertakan usaha swasta.

AELM juga telah sepakat untuk menentukan landasan idiil konstitusional dan operasionalnya untuk menjamin kerja sama ekonomi di Asia Pasifik yang berkelanjutan. Kemitraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan sebagai landasan idiilnya, persetujuan GATT dan WTO sebagai landasan konstitusionalnya, serta semua persetujuan APEC dengan prinsip yang kuat membantu yang lemah sebagai landasan operasionalnya. Deklarasi tekad bersama para pemimpin ekonomi APEC dengan tegas menentang keras pembentukan suatu blok perdagangan tertutup serta bertekad mewujudkan system perdagangan bebas dan investasi di kawasan yang mendorong dan memperkuat liberalisasi perdagangan serta investasi di dunia serta sebagai satu keseluruhan. Deklarasi ini juga menetapkan visi bagi ekonomi-ekonomi Asia Pasifik didasarkan pengakuan tumbuhnya saling ketergantungan ekonomi dari berbagai kawasan yang terdiri dari ekonomi maju, industry baru, serta ekonomi berkembang.

Dari pertemuan AELM ini disepakati bahwa para anggota ekonomi industry maju di Asia Pasifik akan memberikan kesempatan-kesempatan bagi ekonomi berkembang untuk meningkatkan pertumbuhnya ekonominya serta tahap pembangunannya. Bersamaan dengan itu, ekonomi-ekonomi berkembang itu akan berusaha untuk mempertahankan laju pertumbuhan tinggi dengan tujuan untuk mencapai tahapan kesejahteraan yang sekarang dinikmati oleh ekonomi industri baru.

Pendekatan ini akan koheren dan komprehensif mencakup tiga tiang pertumbuhan yang berkelanjutan, pembangunan yang adil dan stabilitas nasional. Mempersempit kesenjangan dalam tahap-tahap pembangunan di kalangan ekonomi-ekonomi Asia Pasifik akan menguntungkan seluruh anggota dan mempromosikan pencapaian kemajuan ekonomi Asia Pasifik secara keseluruhan.

Pemimpin ekonomi APEC sepakat bahwa laju pelaksanaan akan dipertimbangkan sesuai dengan tingkat yang berbeda pembangunan ekonomi di kalangan anggota APEC. Ekonomi industry akan mencapai tujuan perdagangan dan investasi yang bebas dan terbuka sebelum tahun 2010, sedangkan ekonomi berkembang mencapainya sebelum tahun 2020.

APEC ingin memberikan penekanan penolakan kuat kita atas pembentukan blok perdagangan bersifat inward looking yang bias mengalihkan tercapainya perdagangan bebas global. APEC bertekad untuk melaksanakan perdagangan dan investasi yang bebas dan terbuka di Asia Pasifik, dengan cara yang akan mendorong dan memperkuat liberalisasi perdagangan serta investasi di Asia Pasifik tidak hanya pengurangan hambatan-hambatan aktual di kalangan ekonomi APEC, tetapi juga antara anggota APEC dan non APEC. Untuk melengkapi dan mendukung proses liberalisasi, APEC memutuskan untuk memperluas dan mempercepat program-program fasilitas investasi dan perdagangan. Upaya ini akan lebih mempromosikan mengalirnya arus barang, jasa, dan modal di kalangan anggota APEC dengan menghapuskan rintangan administrasi serta lainnya atas perdagangan dan investasi.

APEC memberikan penekanan pada pentingnya fasilitas perdagangan, karena upaya-upaya liberalisasi perdagangan sendiri tidak memadai untuk membangkitkan perluasan perdagangan. APEC juga telah meminta para pejabat dan menterinya masing-masing untuk memajukan proposal mengenai pengaturan tentang bea cukai standarisasi, prinsip-prinsip investasi, dan hambatan-hambatan administrasi atas akses pasar. Para pemimpin APEC juga menyatakan penghargaannya atas rekomendasi-rekomendasi penting yang termuat dalam laporan EPG dan forum bisnis pasifik (PBF). Sepakat untuk meminta kedua kelompok ini untuk meneruskan kegiatannya memberikan para pemimpin APEC penilaian-penilaian atas kemajuan dan rekomendasi selanjutnya untuk meningkatkan kerja sama anggota. Juga telah meminta EPG dan PBF untuk mengkaji hubungan antara APEC dengan peraturan-peraturan subregional, seperti kawasan perdagangan bebas ASEAN (AFTA), kawasan ANZERTA (kawasan regional ekonomi dan perdagangan Australia-Selandia Baru), dan kawasan perdagangan bebas Amerika utara (NAFTA), serta mengkaji kemungkinan pilihan-pilihan untuk mencegah hambatan satu sama lain serta mempromosikan konsistensi hubungan-hubungan tersebut.

Pertemuan para pemimpin ekonomi forum Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (AELM) III di Osaka, Jepang, sangat diharapkan mampu menghasilkan cetak biru anggota aksi (action agenda) mengenai liberalisasi perdagangan dan investasi yang bebas dan terbuka. Ada tiga arahan mendasar yang telah ditentukan para pemimpin dan tercantum dalam deklarasi yang harus menjadi konsideran dalam pertemuan-pertemuan mendatang. Pertama, upaya memperkuat sistem perdagangan multilateral yang terbuka. Kedua, fasilitasi dan liberalisasi perdagangan serta investasi di kawasan Asia Pasifik. Ketiga, peningktan kerja sama bagi pembangungan di kawasan Asia Pasifik dan kawasan-kawasan prioritas.

Negara-negara anggota APEC dalam pertemuan AELM pun telah menunjukkan sejumlah kesulitan untuk melaksanakan leberalisasi perdagangan dan investasi ini, misalnya dalam masalah pertanian, APEC memiliki anggota berbeda-beda dalam penampilan ekonominya. Pada saat seperti itu, persaingan ekonomi antar Negara juga muncul. Karena itu, dalam situasi seperti itu penting bagi anggota APEC untuk saling berkompetisi dan saling melengkapi satu sama lainnya. Kita perlu mengambil cara-cara terbaik agar APEC bekerja secara efektif dan efesien.

Jepang sebagai yang bukan anggota ASEAN memiliki kepentingan politik dan ekonomi untuk turut membangun kawasan ini dan hal itu tidak terbantahkan. Tetapi, Jepang tidak memiliki pretensi untuk mendikte dan mempengaruhi negera-negara tertentu. Sekalipun belum ada mekanisme institusional dalam penerapan perdagangan bebas ini, bahwa dalam AELM III di Osaka (Jepang) sudah dihasilkan sebuah cetak biru untuk menyingkirkan hambatan-hambatan perdagangan di Asia Pasifik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar